We Become What We Behold adalah sebuah game gratis berbasis browser yang dibuat oleh Nicky Case, dan dirilis sekitar Oktober 2016. Game tersebut awalnya mungkin tidak besar di pasar mainstream, namun fungsi dan pesan di baliknya membuatnya terus relevan — hingga akhirnya viral kembali di platform seperti TikTok.
Nicky Case sendiri dikenal sebagai pembuat game indie yang sering mengeksplorasi tema‑teman sosial atau sistematis lewat mekanik game yang sederhana namun bermakna.
Cara Bermain
Meskipun simpel dari segi kontrol, game ini menyimpan mekanika yang cukup kaya dalam maknanya. Berikut langkah‑cara main berdasarkan referensi:
- Buka game di browser melalui portal yang menyediakan, seperti CrazyGames.
- Anda “berperan” sebagai seorang fotografer atau media—tugas Anda adalah mengambil foto aktivitas warga di sebuah komunitas kecil.
- Klik (atau ketuk, jika di perangkat sentuh) di layar ketika Anda melihat momen yang menarik atau dramatis.
- Foto yang Anda ambil akan muncul sebagai “headline” atau layar reklame di dalam game; warga melihatnya kemudian menyesuaikan perilaku mereka berdasarkan apa yang Anda soroti.
- Di awal mungkin perubahan perilaku terlihat ringan (misalnya tren topi), namun bila Anda terus menyoroti konflik atau pertentangan—game akan memperlihatkan eskalasi: ketegangan, polarisasi, hingga kekerasan.
- Durasi umum permainan sekitar 5‑10 menit saja, namun efek pesan dan pemahaman bisa bertahan lama.
Mengapa Game Ini Viral di TikTok?
Beberapa poin yang bisa menjelaskan kenapa game ini jadi populer lagi:
- Format yang sangat cocok untuk video singkat: waktu main yang cepat, visual sederhana tapi hasilnya mengejutkan ketika eskalasi terjadi.
- Mekanika “klik foto → headline → perilaku warga berubah” mudah dipahami secara visual, bagus untuk content creator TikTok yang ingin membuat reaksi dramatis.
- Pesannya terasa relevan: di era media sosial, kita sering melihat bagaimana satu berita atau satu frame gambar dapat mempengaruhi opini publik, memicu polarisasi, atau memperkuat konflik — hal ini yang dieksplorasi dalam game.
- Penyebutan game lawas “yang dirilis 2016” membuatnya terasa “throwback” sekaligus “tren baru”, yang bisa memancing rasa penasaran.
Makna dan Pesan yang Terkandung
Walau game ini tampak ringan — dengan grafik stick‑figure dan kontrol sederhana — pesan yang dibawa cukup dalam:
- Media dan siklus umpan balik (feedback loop): Game menunjukkan bagaimana media tidak hanya melaporkan realitas, tetapi turut membentuk realitas melalui apa yang dipilih untuk diliput.
- Negativitas lebih menarik daripada kedamaian: Dalam game, berita “positif” atau “damai” cenderung tidak menarik pemirsa, sementara konflik atau kekerasan ditangkap dan disebarluaskan dengan cepat, yang kemudian memicu reaksi lebih banyak.
- Kita ikut bertanggungjawab: Nicky Case menekankan bahwa bukan hanya media yang “bersalah”, tetapi juga audiens yang memilih untuk menonton dan membagikan konten sensasional.
- Akibat‑akhir dari polarisasi: Jika Anda terus memilih foto konflik, akhir permainan bisa sangat gelap — sebagai metafora bagaimana polarisasi bisa berkembang hingga kekerasan.
Tips Singkat untuk Bermain
- Coba ambil foto hal yang damai dulu (misal: karakter memakai topi) lalu lihat bagaimana perilaku warga berubah → menyenangkan untuk eksperimen visual.
- Setelah itu, coba ambil foto konflik atau pertengkaran kecil lalu amati eskalasi.
- Renungkan: jika Anda mengambil foto yang baik namun tidak dipedulikan, apa artinya? Apa yang membuat sebuah foto menjadi “berita besar”?
- Bagikan hasil ke teman: banyak orang yang main dan membuat tangkapan layar karena endingnya mengejutkan.
Kesimpulan
We Become What We Behold bukan sekadar game viral yang seru dalam 5 menit — tetapi juga alat refleksi. Dalam cepatnya dunia media sosial dan berita, game ini mengajak kita berpikir: apa yang kita lihat, ikut membentuk kita. Dan sebaliknya, apa yang kita soroti akan membentuk dunia yang kita lihat.